Coretan tentang Sistem Mikroprosesor

 

Sistem Mikroprosesor

Arsitektur umum mikroprosesor

Secara umum, mikroprosesor berisi :
– unit aritmetika/logika (ALU),
– register,
– bus internal, serta unit kendali,

Mikroprosesor merupakan sekeping Chip yang didalamnya hanya terdapat CPU <Central Processing Unit>, sedangkan memori dan input-output merupakan kepingan chip yang lainnya. CPU merupakan bagian yang bertugas sebagai pusat pengolahan data, dalam hal ini operasi yang dapat dilakukan adalah operasi aritmatika dan logika. Operasi ini dilakukan oleh unit ALU <Arithmetic and Logic Unit>. Sebagai Unit yang bertanggung jawab untuk melakukan operasi aritmatika dan logika, maka unit ini didukung dengan hardware yang bertugas untuk melakukan tugas ini. Secara sederhana hardware ini digambarkan sebagai rangkaian elektronika yang terdiri dari gerbang logika.

catatan_kuliah

Rangkaian Penjumlah & Pengurang

catatan_adder2

Penulis :
Staf Pengajar Akademi Telkom Jakarta
Email : suy@akademitelkom.ac.id


-- Download Coretan tentang Sistem Mikroprosesor as PDF --


Cerita Warga KRL, Seru?

Perjalanan ini mungkin akan terasa sesak, sulit, susah atau campur aduk gak karuan..

Semua itu seakan menjadi lain…manakala kita mendapat sesuatu yang agak ataupun sedikit berbeda….

Ya…bener
Tiba-tiba keluarlah kalimat yg pas dgn yg saat kita pikirkan..itu suara teman yg bertubuh agak sedikit gemuk dibanding dgn lainnya.

Wahh…kemana saja…pindah haluan neehh, serempak kalimat yg sama keluar dari mulut kami.

Kangen yaa..
(Semua itu ditujukan kpd temen kita…nggak ganteng sihhh…tapi dpt sedikit menghibur)

Na…kurusan, kata aling dan tini dgn waktu bersamaan menanyakan khabar..
Iya…kan gue ngerawat burung, sampe lupa urus diri

Biasalah..orang yg satu ini rada-rada
Kalo ditanya.

Mangkanya..cari hiburan..ke bali..kemana..gicu..(maklum rada tertinggal  )

Eehhh..pake segala usul ke pantai…
Gimana..klo kita ke karang hantu..
Temen Yg lain hanya terbengong-bengong dgn usulnya..
Pala luh kenceng…
Karang bolong…kaleeee..
(Terbuktikan..klo memang rada tertinggal)

Susana seperti inilah..yg tidak dpt terbeli…
Menghibur….
Lucu…
Menyenangkan…

image


-- Download Cerita Warga KRL, Seru? as PDF --


Proyek Akhir (PA) yang Berkualitas, Bisa?

Berdasarkan laporan tri wulan ke 2 dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) disebutkan bahwa Akatel Jakarta masuk dalam Perguruan Tinggi (PT) yang kualitasnya kurang(?) tetapi penerimaan dunia industri terhadap lulusan Akatel tinggi. Ini menjadi bahan pertanyaan, kok bisa? Ukuran kualitas dilihat dari hasil Akreditasi BAN PT dalam hal ini Akatel Jakarta terakreditasi B. Maka menjadi hal yang perlu dikoreksi penilaian tersebut atau memang Akatel perlu terus memperbaiki kualitas baik manajemen, dosen, sarpra dan lulusannya, dengan melengkapi keahlian dan ketrampilan yang menunjukan bahwa dosen/alumni tersebut memang siap menghadapi persaingan dunia industri maupun dunia pendidikan bidang telekomunikasi.

Maka tidak ada salahnya Akatel introspeksi diri dan terus berbenah dengan memperbaiki kualitas mahasiswa, dosen, manajemen, saranaprasarana, kualitas perkuliahan dan bahkan kualitas  dari Proyek Akhir (PA). Mengapa demikian? Karena PA merupakan gerbang terakhir yang menjadi evaluasi terakhir dari lulusan Akatel melalui Sidang PA sehingga diharapkan penguji betul-betul memperhatikan hal ini, dengan tidak segan-segan memberikan nilai A jika memang hasil sidang PA benar-benar bagus tanpa kontroversi hati. Dan sebaliknya penguji untuk dapat memberikan nilai B atau kurang jika memang secara kualitas memang kurang baik, bahkan yang terindikasi plagiasm untuk dapat diberikan sidang ulang (tidak lulus).

Menurut pengalaman penulis, menjadi beban tersendiri bagi pembimbing jika anak binbingannya lulus dengan nilai kurang memuaskan, tetapi kembali ini soal hati nurani nilai kurang pada anak bimbingannya tidak serta merta memberikan image jelek pada pembimbing, karena hasil akhir penilaian merupakan keputusan kokektif penguji dan pembimbing sehingga hasil akhir merupakan keputusan yang bisa diterima semua pihak tanpa ada kontroversi  hati. Bagi mahasiswa tidak ada ganjalan hati, oh saya lebih rendah tingkat kesulitannya dengan si A tapi kok nilainya sama baiknya? Itu kontroversi hati ini juga berlaku bagi mahasiswa yanv merasa bahwa PA nya harusnya lebih baik nilainya? Saya kira penilaian ini bukanlah hal yang abstrak bukan pula relatif atau bahkan subyektif tergantung siapa yang menilai dan siapa yang dinilai. Penilaian ini harusnya hal yang eksak dengan parameter yang jelas dan rumus yang baku yang menunjukkan penilaian ini transparan dan akuntabel.

Akhirnya, penulis berharap Akatel dapat menghasilkan PA-PA yang berkualitas untuk dipublikasikan dan mempunyai nilai jual serta pada akhirnya memang penulis berharap dapat meningkatkan kualitas Akatel dari sisi hasil penelitiannya termasuk kualitas alumninya.

Catatan : ini adalah curahan hati (curhat) penulis agar tidak ada lagi kontroversi dihati yang ditulis saat berdiri berjejalan di atas kereta selama satu jam lebih dalam perjalanan penulis menuju kampus tercinta. Untuk kritik dan saran dalam dikirimkan melalui blog ini agar transparan dan tembus pandang.


-- Download Proyek Akhir (PA) yang Berkualitas, Bisa? as PDF --


Akatel Sehat

Kata-kata diatas memang teramat sederhana yang keluar dari lidah orang yang sederhana pula, dari posisinya yang hanya seorang satpam (satuan pengamanan) kampus  Akatel  ketika penulis suatu waktu ngobrol dengan beliau. Kata-kata memang mudah diucapkan tetapi pelaksanaannya sangat mungkin tidak mudah. Padahal sehat itu nikmat yang perlu dijaga dengan pola hidup sehat seperti makan teratur dengan makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan tentunya dengan rutin berolahraga. Seperti kata-kata yang sering kita dengan istilah “Mens sana in corpore sano”. Mens sana in corpore sano adalah sebuah kutipan terpopuler dalam dunia kesehatan dan olahraga. Berasal dari sebuah mahakarya seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Iuvenalis, yaitu Satire X, “Mens sana in corpore sano” kemudian ditafsirkan sedikit melenceng dari makna aslinya. “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, begitulah kira-kira artinya dalam bahasa Indonesia.
Nah begitulah kira-kira bagaimana kita bisa sehat caranya dengan berolahraga seperti bapak-bapak dan ibu-ibu dosen Akatel di foto ini :

senam_kecil

Akatel perlu sehat Akatel perlu agar orang-orang yang sehat dan kuat yang tahan banting yang tidak mudah menyerah untuk menghadapi ketatnya persaingan. Akatel sehat toh program yang sederhana penulis yakin bisa. Akatel? Yes, We Can. Begitulah kira-kira sekelumit tentang Akatel yang sederhana ini. Apa yang bisa kita banggakan dari kampus kita? Mungkin banyak yang bisa kita banggakan salah satunya kesederhanaannya sebagai sebuah kampus. Jangan mengecilkan arti sederhana, yang akan berarti bahwa kita berkecil hati, janganlah mengecilkan arti sedehana yang akan berarti kita tidak percaya diri. Banggalah jadi bagian dari  Akatel yang sederhana tapi mampu bersaing dengan kampus-kampus lain yang jauh lebih besar. Rasanya kita perlu belajar pada semut yang bisa mengalahkan gajah.


-- Download Akatel Sehat as PDF --